Jumat, 06 Juni 2014

Catatan ke -1



CORPORATE VALUE….NILAI PERUSAHAAN

Apa sih corporate value atau nilai perusahaan ?
Nilai perusahaan bukan profit,
Profit : atau laba akuntansi, hanya mencerminkan past performance, gak peduliin  performa saat ini atau masa depan, gak peduliin cash flow, gak peduliin resiko
Misalnya gini, bayangin kalo kita memilih atau mau beli barang, gimana nentuin barang itu murah atau mahal, pada umumnya pasti liat harga pasar kan? Nah, gampangnya seperti itu juga nilai suatu perusahaan, dengan analogi yang sama, nilai perusahaan, terutama yang udah listing di bursa saham  bisa dilihat dari harga sahamnya. 
Contohnya :
Misalnya perusahaan  A punya nilai buku aset atau aktiva sebesar Rp 2.500.000.000 dengan jumlah saham beredar sebanyak 2,5 juta lembar. Sementara itu harga pasar saham perusahaan  A di JSE (Jakarta Stock Exchange) saat ini adalah Rp 2.000 per lembar. Nah, nilai pasar perusahaan itu adalah 2,5 juta lembar dikalikan Rp 2.000 yaitu Rp 5 milyar, jelas kan bedanya ?
Terus kalo kita mau beli, gimana kita tau harga perusahaan itu murah atau mahal dari mana? Atau dengan kata lain gimana nentuin nilai perusahaan ?
Jawabnya ……..
Kita mulai dulu ya dari Free Cash Flow
Yang namanya free artinya sudah bebas dari segala kewajiban. Nah FCF disini artinya kas yang ada sesudah semua kewajiban dipenuhi. Kalo definisi resminya FCF adalah kas yang tersedia untuk didistribusikan kepada semua investor ( baik kreditor maupun pemegang saham ) setelah pengeluaran untuk pembayaran biaya-biaya, pajak dan investasi yang diperlukan untuk tumbuh.
Rumusnya seperti ini :
FCF = EBIT (1 – TAX) + DPRC  - CAPEX – Δ W. CAPITAL
EBIT = laba sebelum bunga dan pajak
DPRC = penyusutan
CAPEX = pengeluaran investasi
Δ W.CAPITAL = tambahan modal kerja
Terus apa hubungannya dengan nilai perusahaan?
Seperti telah disebut sebelumnya, nilai pasar perusahaan terlihat dari  harga saham perusahaan tersebut. Terus, bagaimana nilai perusahaan itu terbentuk?
Begini penjelasan simpelnya, setiap orang atau lebih tepatnya investor di pasar saham, karena ada juga trader dan spekulator  di pasar saham,  tentu hanya mau beli perusahaan yang bisa memberikan penghasilan tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga untuk waktu yang lama dapat memberikan hasil untuknya     ( future value ) sehingga dalam perhitungan ini FCF diproyeksikan dengan tingkat pertumbuhan tertentu ada. Kemudian proyeksi kas tsb diperhitungkan terhadap resiko dengan cara men-diskonto memakai Weighted Average Cost of Capital atau WACC.
WACC adalah rata-rata dari tingkat keuntungan yang diminta oleh setiap investor baik kreditor maupun pemegang saham, rumusnya adalah sbb :
WACC = Wd.Kd(1-T) + We.Ke
 Wd = proporsi hutang
Kd = biaya hutang
We = proporsi modal sendiri
Ke = biaya modal sendiri

Setelah tau WACC-nya maka nilai perusahaan dapat dihitung dengan rumus seperti berikut ini :
VALUE =      FCF1       +    FCF2       +    FCF3       + _ _ _     FCF∞        
              (1+WACC)1     (1+WACC)2   (1+WACC)3            (1+WACC)



 end of catatan 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar