CORPORATE VALUE….NILAI PERUSAHAAN
Apa sih corporate value atau nilai perusahaan ?
Nilai perusahaan bukan
profit,
Profit : atau laba akuntansi,
hanya mencerminkan past performance, gak peduliin
performa saat ini atau masa depan, gak peduliin cash flow, gak peduliin
resiko
Misalnya gini, bayangin kalo kita memilih atau mau beli barang,
gimana nentuin barang itu murah atau mahal, pada umumnya pasti liat harga pasar
kan? Nah, gampangnya seperti itu juga nilai suatu perusahaan, dengan analogi
yang sama, nilai perusahaan, terutama yang udah listing di bursa saham bisa dilihat dari harga sahamnya.
Contohnya :
Misalnya perusahaan A punya nilai buku aset atau aktiva sebesar Rp
2.500.000.000 dengan jumlah saham beredar sebanyak 2,5 juta lembar. Sementara
itu harga pasar saham perusahaan A di JSE
(Jakarta Stock Exchange) saat ini adalah Rp 2.000 per lembar. Nah, nilai pasar
perusahaan itu adalah 2,5 juta lembar dikalikan Rp 2.000 yaitu Rp 5 milyar,
jelas kan bedanya ?
Terus kalo kita mau beli,
gimana kita tau harga perusahaan itu murah atau mahal dari mana? Atau dengan
kata lain gimana nentuin nilai perusahaan ?
Jawabnya ……..
Kita mulai dulu ya dari Free
Cash Flow
Yang namanya free artinya
sudah bebas dari segala kewajiban. Nah FCF disini artinya kas yang ada sesudah semua
kewajiban dipenuhi. Kalo definisi resminya FCF adalah kas yang tersedia untuk
didistribusikan kepada semua investor ( baik kreditor maupun pemegang saham )
setelah pengeluaran untuk pembayaran biaya-biaya, pajak dan investasi yang
diperlukan untuk tumbuh.
Rumusnya seperti ini :
FCF = EBIT (1 – TAX) + DPRC
- CAPEX – Δ W. CAPITAL
EBIT = laba sebelum bunga
dan pajak
DPRC = penyusutan
CAPEX = pengeluaran
investasi
Δ W.CAPITAL = tambahan modal
kerja
Terus apa hubungannya dengan nilai perusahaan?
Seperti telah disebut sebelumnya, nilai pasar perusahaan
terlihat dari harga saham perusahaan
tersebut. Terus, bagaimana nilai perusahaan itu terbentuk?
Begini penjelasan simpelnya, setiap orang atau lebih tepatnya
investor di pasar saham, karena ada juga trader dan spekulator di pasar saham, tentu hanya mau beli perusahaan yang bisa
memberikan penghasilan tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga untuk waktu
yang lama dapat memberikan hasil untuknya ( future
value ) sehingga dalam perhitungan ini FCF diproyeksikan dengan tingkat
pertumbuhan tertentu ada. Kemudian proyeksi kas tsb diperhitungkan terhadap resiko
dengan cara men-diskonto memakai Weighted Average Cost of Capital
atau WACC.
WACC adalah rata-rata dari tingkat keuntungan yang diminta oleh
setiap investor baik kreditor maupun pemegang saham, rumusnya adalah sbb :
WACC = Wd.Kd(1-T) + We.Ke
Wd = proporsi hutang
Kd = biaya hutang
We = proporsi modal sendiri
Ke = biaya modal sendiri
Setelah tau WACC-nya maka
nilai perusahaan dapat dihitung dengan rumus seperti berikut ini :
VALUE
= FCF1
+ FCF2
+ FCF3
+ _ _
_ FCF∞
(1+WACC)1 (1+WACC)2 (1+WACC)3 (1+WACC)∞
end of catatan 1